A. Latar Belakang Kegiatan

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenal tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untk mencapai tujuan pendidikan tertentu (pasal 1 butir 19 UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional).

Kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bvahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaian yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar di perguruan tinggi (Pasal 1 butir 6 Kepmendiknas No. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa)

Kurikulum merupakan “jalur pacu” atau “kendaraan” untuk mencapai tujuan pendidikan dan kompetensi lulusan dari suatu program studi. Untuk suatu program studi perlu dirumuskan sesuai dengan tujuan pendidikan dan tuntutan kompetensi lulusan, sehingga lulusan program studi tersebut memiliki keunggulan komparatif dibidangnya

Kurikulum bersifat khas untuk sesuatu program studi, sebagaimana juga kekhasan tujuan pendidikan dan kompetensi lulusan dari suatu program studi tersebut. Kesadaran penuh atas kekhasan kompetensi lulusan masing-masing program studi, diharapkan membuat para lulusan dari berbagai program studi yang berbeda dapat saling melengkapi dan bekerja sama.

Kurikulum memuat 3 pokok pikiran, yaitu:

  1. Apa yang dirancang untuk mahasiswa
  2. Apa yang diberikan kepada mahasiswa; dan
  3. Pengalaman apa yang diperoleh mahasiswa

Kurikulum juga mengandung 4 elemen pokok, yaitu :

  1. Isi ( content )
  2. Strategi pembelajaran (teaching-learning strategis);
  3. Proses penialaian (assesment processess), dan
  4. Proses evaluasi (evaluation processess)

Setelah kurikulum program studi tersusun, selajutnya dibuat peta kurikulum, yaitu uraian tentang hubungan antara setiap mata kuliah dengan kompetensi lulusan. Peta kurikulum mengarahkan pencapaian kompetensi lulusan melalui pembelajaran setiap mata kuliah. Berdasarkan peta kulrikum tersebut dirumuskan silabus dan Satuan Acara Perkuliahan (SAP) atau rencana Program dan kegiatan Pembelajaran Semester (RPKPS) dari setiap matakuliah.

              Dalam penyusunan kurikulum program studi prlu dipikirkan agar keluaran (outcomes) yang diharapkan, sasaran (goals), dan tjuan (objetive) pendidikan yang akan dicapai kurikulum tersebut, tidak memuat nilai-nilaian dasar yang cepat usang dan/atau tidak relevan, hal seperti ini disebut sabretoothed curriculum. Kurikulum harus responsif pada perubahan kebutuhan stakeholders terhadap lulusan program studi tersebut.

              Untuk meminimalkan kelemahan yang mungkin  terjadi baik dalam penyususnan, pengembangan, pelaksanaan maupaun evaluasi dan penyempurnaan kurikulum, maka diperlukan sistem penjaminan mutu (quality assurance system) dalam kurikulum program studi.

                Tema workshop ini adalah Pengembangan Mutu Kurikulum Berbasis Kompetensi & Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia”  mengingat kebutuhan tiap Program Studi untuk melakukan inovasi proses dalam menghadirkan output yang sesuai harapan stakeholders. Kurikulum program studi merupakan titik sentral yang menentukan kualitas lulusan. Hal ini karena kurikulum yang diterapkan akan mempengaruhi proses transfer ilmu pengetahuan yang sesuai tuntutan. Paradigma Kurikukum berbasis Kompetensi (KBK) yang menggantikan kurikulum berbasis   isi dari Direktorat jenderal Pendidikan saat ini sesuai Panduan KBK dari Dikti tahun 2008 dan PP no 17 tahun 2010 tentang Kurikulum Berbasis Kompetensi menjadi penguat kebutuhan implementasi KBK. Untuk dapat mengimplementasikan KBK diperlukan pemahaman bersama sehingga setiap program studi mampu menetapkan kurikulumnya berdasar profil lulusan yang diharapkan. Selain KBK sebagai isu sentral pengembangan kurikulum saat ini, program studi perlu menyusun rencana program dan kegiatan yang bersinergi dengan upaya pencapaian akreditasi prodi. Berdasar latar belakang masalah diatas, workshop Pengembangan Mutu Kurikulum Berbasis Kompetensi & Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) perlu diselenggarakan.

Foto pelaksanaan kegiatan

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.